Kehidupan Ekonomi Masa Orde Baru
Presentasi ini akan membahas perkembangan ekonomi Indonesia selama periode Orde Baru, mulai dari warisan krisis ekonomi dari Orde Lama hingga jatuhnya rezim Orde Baru dan masa reformasi.

by Rudolf Luhukay

Warisan Krisis Ekonomi dari Orde Lama
Inflasi Tinggi
Indonesia menghadapi inflasi yang tinggi pada tahun 1960-an, mencapai lebih dari 600% pada tahun 1966.
Neraca Pembayaran Defisit
Neraca pembayaran Indonesia juga mengalami defisit yang besar karena rendahnya pendapatan ekspor dan tingginya impor.
Kebijakan Stabilisasi dan Rehabilitasi Ekonomi

1

Penurunan Inflasi
Pemerintah Orde Baru melakukan kebijakan moneter dan fiskal yang ketat untuk mengendalikan inflasi.

2

Devaluasi Rupiah
Devaluasi rupiah dilakukan untuk meningkatkan daya saing produk ekspor Indonesia.

3

Pemulihan Neraca Pembayaran
Pemerintah berupaya meningkatkan pendapatan ekspor dan mengurangi impor untuk menyeimbangkan neraca pembayaran.
Rencana Pembangunan Lima Tahun (Repelita)

1

Repelita I (1969-1974)
Fokus pada sektor pertanian dan infrastruktur.

2

Repelita II (1974-1979)
Menekankan pengembangan industri manufaktur.

3

Repelita III (1979-1984)
Memprioritaskan pengembangan sumber daya manusia.

4

Repelita IV (1984-1989)
Bertujuan meningkatkan efisiensi ekonomi dan membuka kesempatan kerja.

5

Repelita V (1989-1994)
Fokus pada pengembangan sektor pariwisata dan teknologi informasi.
Trilogi Pembangunan
Stabilitas Politik
Menciptakan kondisi politik yang stabil dan aman untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.
Pertumbuhan Ekonomi
Meningkatkan pertumbuhan ekonomi secara berkelanjutan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Keadilan Sosial
Memperjuangkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia melalui program-program pemerataan.
8 Jalur Pemerataan Ekonomi
Loading...

Jalur Trans-Sumatera
Pengembangan infrastruktur di Sumatera untuk meningkatkan konektivitas dan perdagangan.
Jalur Trans-Jawa
Meningkatkan konektivitas dan perdagangan antar wilayah di Jawa.
Loading...

Jalur Trans-Kalimantan
Pengembangan infrastruktur di Kalimantan untuk mendukung industri pertambangan dan kehutanan.
Loading...

Jalur Trans-Sulawesi
Pengembangan industri dan pariwisata di Sulawesi.
Pertumbuhan Ekonomi yang Relatif Stabil
1
1969-1974
Repelita I mencapai pertumbuhan ekonomi rata-rata 7,3% per tahun.
2
1974-1979
Repelita II mencapai pertumbuhan ekonomi rata-rata 7,5% per tahun.
3
1979-1984
Repelita III mencapai pertumbuhan ekonomi rata-rata 7,8% per tahun.
4
1984-1989
Repelita IV mencapai pertumbuhan ekonomi rata-rata 5,2% per tahun.
5
1989-1994
Repelita V mencapai pertumbuhan ekonomi rata-rata 6,3% per tahun.
Krisis Ekonomi 1997-1998

1

2

3

4

1

Krisis Keuangan Asia

2

Devaluasi Mata Uang
Rupiah melemah tajam terhadap mata uang asing.

3

Inflasi Tinggi
Inflasi meningkat tajam mencapai lebih dari 70% pada tahun 1998.

4

Resesi Ekonomi
Pertumbuhan ekonomi Indonesia mengalami kontraksi.
Jatuhnya Orde Baru dan Masa Reformasi

1

2

3

1

Demonstrasi Besar
Gerakan protes menentang rezim Orde Baru meluas di seluruh Indonesia.

2

Pengunduran Diri Presiden
Presiden Soeharto mengundurkan diri pada Mei 1998.

3

Pemilihan Umum Bebas dan Adil
Indonesia memasuki era reformasi dengan pemilihan umum bebas dan adil.
Pembelajaran dari Masa Orde Baru
1
Stabilitas Politik
Pentingnya menjaga stabilitas politik untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.
2
Pembangunan Berkelanjutan
Membangun ekonomi yang berkelanjutan dan inklusif untuk mengurangi ketimpangan.
3
Transparansi dan Akuntabilitas
Pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan ekonomi negara.
Made with Gamma